pages

September 16, 2012

Jalan Tuhan

Jalan Tuhan itu baik, tetapi bukan gampang..
Kadang sulit sekali dipahami, tetapi harus dijalani..
Kadang sulit juga untuk dipercaya, tetapi harus ditaati..
Kadang sulit sekali untuk dipikirkan, tetapi harus dihadapi, seberat apapun kondisinya..

Jalan yang mulus takkan pernah menghasilkan pengemudi yang hebat..
Laut yang tenang takkan menghasilkan Pelaut yang tangguh..
Kehidupan tanpa masalah takkan menghasilkan orang kuat.

Jadilah orang yang tahan uji dalam menerima berbagai tantangan hidup..
Tuhan mengijinkan gelombang persoalan menghantam kita supaya kita menjadi pribadi pemenang yang handal dan tahan uji dalam menjalani suatu tugas yang dipercayakan. Tuhan pasti jadi penyanggup bagi kita untuk setiap persoalan.  

Percayalah bahwa Tuhan senantiasa turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan, kedamaian, bahkan kebahagiaan bagi kita semua.

Mama loves you..



September 12, 2012

Memandang Langit

If people sat outside and looked at the stars each night,
 i bet they would live a lot differently..

Menghabiskan malam di pantai Kuta bersama seorang teman yang ku tahu pasti dikirim oleh Tuhan untuk menemani-ku dalam saat-saat kelam seperti ini. Namanya Marcia Emano. Dia teman gereja di Global Church. Kami sama-sama perantau yang terdampar di pulau Bali, dan melabuhkan hati untuk bertumbuh di Global Church. 

Berbagi cerita kehancuran hati. 
Terpukau saat mengetahui kami mendapatkan suara pernyataan Ilahi yang sama.
Tersenyum melihat proses berat ini.
Saling memegang tangan dan mendoakan satu dan yang lain.
Airmata kami jatuh tak tertahankan.
Isak tangis kami tenggelam di tengah bunyi riuh sang Ombak.
Satu demi satu memori tentang 'mereka' terbayang dengan jelas.
Segala harapan indah karena 'merasa' memulai dengan orang yang tepat terasa menohok menghancurkan rasa.

Memandang ke langit nan jernih dan tenang seakan menyuarakan satu hal yang sama kepada Dia yang bertakhta di atas bintang-bintang. "Tuhan, terimakasih untuk proses berat ini. Karena dengan demikian, kami tahu bahwa kami bukan anak gampangan. Anak yang Kau kasihi, akan selalu ditempa." 

Di pantai ini, aku menangisi kenangan dan kepergiannya..
Dan hari ini, masih di sini, Kuta - Bali, aku memutuskan untuk membiarkannya berlalu.
Bukan dengan memalingkan wajah.. Namun, dengan tangan yang melambai-lambai..
Selamat tinggal.. Aku akan menutup lembaran ini dengan TUNTAS.. Tak ada yang akan disesali. Karena ini akan menjadi pelajaran berharga untuk cerita hidup-ku.
Aku akan melanjutkan perjalanan ini bersama TUHAN-ku..

Let him go.. (rony)
Let it go.. (relasi)
Accept it.. (pelajaran, kesalahan, kenangan)

 

September 11, 2012

Love #2

  JOHN 15:5
 “I AM the vine; 
you (maya) are the branches. 
If you (maya) remain in ME 
and I in you (maya), 
you (maya) will bear much fruit; 
apart from ME you (maya) can do nothing."

True confidence doesn't come from perfection, it doesn't come from having no flaws. True confidence comes from knowing that God is with you. You should ask God for help in everything you DO or DECIDE. Never think you can do it on your own. Apart from Him you can do nothing. 

Which is worse: the pain of change or the pain of never changing? It’s good to have a plan for your life, but you have to let God interrupt you when He wants to. - Sunday's reflection -

Maya...
 Bukan cara-mu tetapi cara-KU
Takkan pernah bisa mengubah, karena pertumbuhan adalah pekerjaan Tuhan.
Selagi, engkau tinggal di dalam-KU
Jangan pernah takut akan konsekuensi apapun dalam perjalanan ini.
TRUST ME, I AM YOUR GOD.
Tuhan yang sama yang menuntun-mu ke Tanah BALI ini.
Dan aku menuntun-mu sejauh ini, bukan untuk mempermalukan-mu.
Bukan untuk meninggalkanmu dalam keterpurukan.
Aku membawa-mu, untuk membuat-mu menikmati-KU.
LET HIM GO
I HAVE MY OWN PLAN FOR HIM
BEYOND YOUR IMAGINATION
So, just believe in ME.
Focus to REMAIN in ME 
Good things are coming down the road.
Just don't stop walking, my daughter..

- Momen: Keputusan mengubah relasi, bukan untuk memutuskan relasi -
Belajar melihat rencana besar dari sang Khalik 
Melampui sakit hati dan kepedihan
Melalui hati yang murni
Mencurahkan segala-nya kepada Yang Maha Tahu
Mengadu kepada-Nya dengan airmata
 Dan percaya IA akan mendidik dengan cara-Nya
Bahwa tak ada gunanya memelihara sakit hati dan kepedihan
Melepaskan.. Melegakan hati.. Meringankan langkah untuk maju..
 
 Kuta, 10 September 2012
 

September 09, 2012

Mural

Ini momen pertama-kali terlibat dalam Mural.

Tanggal 9-9-2012 kemarin ada sebuah kegiatan mendadak yang saya ikuti. MURAL.
Di sebuah hotel besar yang katanya 'berhantu'.. Hotel ini sebenarnya adalah hotel yang hampir selesai dibangun, namun kelihatannya Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tak kunjung diperoleh dari pemerintah setempat.

Berikut adalah hasil mural pertama saya, yang notabene seperti lukisan anak TK:





Karya Tian:



Karya Tri:


Karya Cia:







September 08, 2012

Mama #1

 --my mom--


Dalam hari-hari terakhir ini, wajah ini selalu muncul dalam ingatan..
Saya merenungkan, betapa berharganya mama dalam hidup saya..
Saya tidak punya cerita indah antara anak perempuan dan mamanya..
Tak ada memori masa kecil yang dapat saya ingat bersamanya..
Karena kisah kami memang bukan kisah pada umumnya..

Saya harus berpisah dengan mama sejak berumur delapan tahun karena perceraian orang tua. Saya dan kedua adik saya belajar bertumbuh sendiri tanpa orang tua. Karena papa saya bekerja di luar pulau untuk menafkahi kami bertiga.

Saya dapat menghitung dengan jari, sejak delapan tahun sampai detik ini, tidak lebih dari sepuluh kali, kami bertemu dalam kondisi dan momen yang berbeda.

Saya ingat pertemuan pertama ketika kelas 2 SMP, kami berdua secara tidak sengaja bertemu di sebuah Toko Buku Rohani. Sambil bersembunyi, saya memperhatikan wanita yang ada di depan saya dan berpikir sepertinya wanita itu adalah mama saya. Mama pun dengan cepat menyadari anak perempuan di depan pelupuk matanya adalah anaknya.

Atau pertemuan yang kedua yang terakhir, di tahun 2006, ketika dalam rentang waktu 5 tahun tidak pernah melihat wajahnya sama sekali, kami bertemu selama 5 hari di Bali. Saya dengan beraninya mengambil resiko bepergian sendirian dengan bus malam dari Surabaya menuju Bali untuk melepas rindu dengannya dan memabawa misi besar. Misi besar untuk berdamai dengan masa lalu dan dengan dirinya. Perjalanan ini adalah perjalanan paling jauh yang saya tempuh seorang diri. Sungguh mendebarkan. Saya masih mengingat dengan jelas bagaimana takutnya saya di atas bus pada saat penyeberangan di Gilimanuk. Di belakang barisan tempat duduk saya, semuanya pria asing dengan wajah yang tegang. Akhirnya, saya harus menutup wajah saya dengan kain supaya tidak terlihat mencolok. Dan perjalanan 11 jam itu, berakhir dengan pertemuan yang indah di terminal Ubung. Seorang wanita cantik dengan blus berwarna merah sudah mennatikan saya dengan wajah yang berseri. Wanita cantik itu adalah mama saya. Kami berpelukan dan berurai air mata dan tak peduli semua orang yang memperhatikan kami saat itu.

Dan pertemuan terakhir, sekitar setahun yang lalu Mei 2011, kami bertemu di Surabaya. Pertemuan yang memuaskan diri saya karena memeluknya dalam 13 hari yang mendamaikan. Belajar berdansa dengannya. Mama saya sangat ahli dalam hal ini. kami berdansa, shalsa, jeven dan ber-sajojo. Pemandangan yang sangat indah, karena saya merasa melihat wanita asing yang senyumannya dapat membangkitkan berjuta rasa dalam hati saya. Dia adalah mama saya.

Dan hari ini, ketika saya mengingatnya kembali, memikirkan keadaannya yang sedang terbaring lemah tak berdaya di Unit Gawat Darurat, memori itu seakan menyayat hati saya. Saya menyadari bahwa saya sangat mengasihi-nya, karena ia ternyata sangat berharga dalam hidup saya.Ingin rasanya ada di sampingnya, memeluknya, membacakan ayat penghiburan dari mazmur Daud di telinganya, tapi hal itu tak dapat tercapai.

Saya menulis dengan airmata. Saya menangis ketika mengingatnya. Andaikan ia tahu dan merasakan, seberapa berartinya dia bagi-ku..??


--wish i was there, right beside you--

September 07, 2012

Tuhan itu Dekat

TUHAN terlalu mengasihi kita.. 
IA tak akan pernah meninggalkan kita dalam keadaan berantakan. 
IA mempunyai rencana untuk kita yang jauh melebihi dari apapun yang dapat kita bayangkan.

Malam tanggal 6 September 2012, adalah malam yang menyedihkan. Hati saya bercampur aduk menjadi satu. Rasanya sesak di dada. Airmata tak dapat ditahan. Rasanya ingin memeluk seseorang, dan menangis di bahu sahabat namun tak bisa karena ternyata saya sendirian di ruangan kos yang baru itu. Dengan barang-barang pindahan kos yang masih berantakan, saya hanya dapat duduk menengadah. Seakan tabir langit terbuka dan hanya bisa memanggil Nama Tuhan tanpa bisa berkata apapun.

Malam ini, saya sedang berkelahi dengan pacar saya karena kepindahan kos ini merupakan kesepakatan bersama agar kami dapat mengevaluasi hubungan ini. Saya kecewa karena walalupun kami sedang perang dingin, saya mengharapkan malam itu dia ikut mengantarkan saya ke kos yang baru bersama mobil pick-up yang disewa. Sepanjang jalan saya pikir, ia mengikuti dari belakang mobil namun ternyata tidak. Akhirnya, saya pun mengangkat barang bersama driver mobil Pick-Up dengan hati yang sedih. Apakah ia sudah merasa terlalu capek dengan saya? Dengan relasi ini? Apa keputusan ini baik untuk dirinya dan saya?

Sambil mengatur barang-barang yang berantakan, tiba-tiba handphone saya berdering. Adik mama mengabarkan kepada saya bahwa mama mengalami kecelakaan dan tidak sadarkan diri karena luka yang dialami cukup berat dan menghabiskan banyak darah. Mulut dan dagu harus dijahit. Lutut pecah dan darah keluar dari telinga. Begitulah berita yang saya dengar.

Sekujur tubuh saya pun dengan cepat menjadi dingin dan lemas. Saya tersungkur di lantai kamar, di atas tumpukan buku-buku yang masih berhamburan. Mengapa hati ini terasa berat?

Malam terasa sangat panjang dengan dihibur oleh suara isakan tangisan saya sendiri.Aku memang lemah, tapi Engkau Kuat ya Tuhan. Jadi tolonglah..

Tuhan..
Engkau tahu dan mengerti apa yang kurasakan. Kesedihan mendalam dan kekecewaan menyakitkan. Aku benar-benar hancur saat ini. Tapi tolong jangan tinggalkan aku dalam kehancuran dan kesedihan ini. Dalam kondisi yang berantakan ini.

Tak selalu tahu maksud-Mu tapi ku tahu pasti hati-Mu..
Bahwa KASIH-MU selalu cukup bagi-ku untuk maju terus di dalam-MU..


September 05, 2012

Marriage 2#

Ingin MEMPERJUANGKAN sampai titik darah penghabisan. 
Ingin mempertahankan sampai dapat menikmati HASIL-nya. 
Walalupun sulit dan sesak rasanya, kutahu semua relasi menghadapi pergumulan yang sama seperti itu. 
Telah memikirkan KOMITMEN ini sebaik-baiknya. 
Engkau tahu, aku bukanlah wanita yang mudah MENYERAH
Namun, jika Engkau mau agar aku membiarkan ia pergi, maka aku akan melakukannya.

BERJUANG ATAU BERHENTI DI SINI ?

September 01, 2012

Kintamani-Batur-Gunung Agung, BALI

Menjelajahi jiwa di hadapan sang Danau Batur yang tenang dan damai.. 
Tiga gunung yang menjulang tinggi menjadi penjaga yang tangguh bagi-nya.. 
Menikmati munculnya bulan purnama dari balik Gunung dan menjadi saksi biasan sinar yang memukau di danau Batur.. 
Satu kata, FENOMENAL..




























August 28, 2012

Surat Kecil dari TUHAN

Kepada : KAMU
Tanggal : HARI INI
Dari : TUHAN
Perihal : DIRIMU

Ini AKU,
AKU akan menangani semua masalah-mu..

Catatan:
Dan ingat,
Bila dunia ini menyodorkan masalah yang tidak dapat kau tangani sendiri,
Jangan berusaha menyelesaikan masalah itu.

Tetapi, letakkanlah saja masalah itu di box-KU untuk KU selesaikan.
AKU akan menyelesaikan masalah-mu sesuai jadwal yang AKU tentukan sendiri.
Semua masalahmu pasti akan AKU selesaikan, tetapi sesuai jadwalKU, bukan jadwalmu.

Setelah semua masalahmu, kamu letakkan dalam BOX, Janganlah kamu pikirkan dan khawatirkan.
Sebaliknya, fokuslah kepada semua hal-hal yang baik yang sedang terjadi padamu sekarang.

Bila kamu terjebak kemacetan di jalan, janganlah marah, sebab masih banyak orang di dunia ini yang tidak pernah naik mobil seumur hidupnya.

Bila kamu berhadapan dengan masalah di tempat kerja, berpikirlah bahwa masih banyak orang yang menganggur bertahun-tahun tanpa pekerjaan.

Bila kamu sedih karena hubungan keluarga, pikirkanlah orang-orang yang belum pernah merasakan mencintai dan dicintai.

Bila kamu merasa bosan dengan akhir minggu, pikirkanlah orang-orang yang harus lembur siang dan malam tanpa libur untuk menghidupi keluarga dan anak-anaknya.

Bila kendaraan-mu mogok dan mengharuskan kamu berjalan kaki, janganlah marah, pikirkanlah orang-orang cacat yang sangat ingin merasakan berjalan di atas kakinya sendiri.

Bila kamu melihat di cermin rambutmu mulai berubah, janganlah bersedih, sebab mempunyai rambut hanyalah merupakan impian bagi orang-orang yang dalam perawatan kemoterapi.

Bila kamu merenungi makna hidup-mu di dunia ini dan merenungi apa tujuan hidupmu ini?
Bersyukurlah karena banyak orang yang tidak mempunyai kesempatan hidup yang cukup lama untuk merenungi kehidupan mereka.


With LOVE'
G  O  D

August 20, 2012

The Tyrant and Daniel

'If you do not tell me the dream, there is only one penalty for you...' The astrologers answered the king, 'There is not a person on earth who can do what the king asks!'... This made the king so angry and furious that he ordered the execution of all the wise men of Babylon.
Daniel 2:9-12

There have been many tyrants in our world over the past seventy years or so, vicious and unpredictable men with the power and means to terrorise and destroy. Nebuchadnezzar was probably not the first, and certainly not the last to have filled his servants with dread and anxious insecurity.

The 'wise men' of Babylon were commanded to interpret the king's disturbing dreams; only he refused to tell them what they were. This was a 'public decree' and failure meant death. They would probably have told the king anything to keep him happy. But they were caught between an impossible demand and the arbitrary and irrelevant messages from their occult practices and divinations. Desperate enough to remonstrate, they were soon herded together for execution while the king's troops went off to find Daniel and his companions, also the king's 'wise men', in order to execute them as well.


Daniel took the initiative. 'With wisdom and tact' (2:14), he questioned the executioner, assessed the situation, and then asked for a short delay, saying that he would give the interpretation. He and the other Hebrews began a night of urgent prayer, and in the night God revealed to Daniel the king's troublesome dreams.


Daniel demonstrated faith, courage and diplomacy. He trusted in God's greater purposes. But he and his friends always had a 'but if not' clause - they might die themselves, but God's purposes would never be thwarted (see 3:18). He did all he could to save the Babylonian wise men; he didn't distance himself from the pagan magicians or take advantage of them. He had taken the trouble to understand the culture and worldview round him and knew enough about the king to interpret his frightened and angry demands. But he would only speak the truth. He may have been apprehensive, but he was never scared witless - because he knew the living God was with him.


Christians in some parts of the world today face similar kinds of life-threatening tyranny. But for most of us it may be the petty tyrannies of school bullying, office rivalries, unpredictable bosses and domestic aggression. How do we handle these?
"Daniel demonstrated faith, courage and diplomacy. He trusted in God’s greater purposes." 
 
by Margaret Killingray