pages

September 07, 2011

Into The Wild




Title Card of Into The Wild Movie
There is a pleasure in the pathless woods;  
There is a rapture on the lonely shore; 
There is society, where none intrudes, 
 By the deep sea, and music in its roar; 
I love not man the less, but Nature more... 
- Lord Byron -


Ada kenikmatan dalam hutan yang tak terjamah..
Ada keriangan di tengah pantai yang sepi..
Ada komunitas dimana tak ada pemaksaan..
Pada laut yang dalam, alunan suara dan bunyi gemuruh..
Bukan berarti aku tidak menyukai manusia, 
hanya aku lebih menyukai alam..

Sebenarnya saya sudah pernah menonton film ini, entah dimana (mungkin di kos), entah kapan (rasanya waktu kuliah), saya pun melupakannya.. Saya menonton film ini untuk kedua kalinya karena cerita singkat yang diberikan oleh satu teman.. Dan hal ini membuat saya lebih bisa menghayati karakter dan cara pandang sang tokoh utama Christopher McCandless


Well, saya sangat menganjurkan teman-teman untuk menonton sendiri film ini.. Film yang benar-benar 'ber-isi'.. Membuat kita memikirkan kembali makna kehidupan yg sebenarnya kita cari di tengah nilai kehidupan dangkal yang dibentuk dengan berbagai paham-paham yang berintikan pemuasan hawa nafsu sang superior 'manusia'..


Christopher: 
'Mr. Franz I think careers are a 20th century invention and I don't want one'..


Kalimat di atas adalah salah satu kalimat yang diucapkan oleh Christopher saat ia berargumen dengan Franz, seorang kakek tua yang bertemu Christ di tengah perjalanannya menuju Alaska.. Saya pikir Chris ini tipe orang yang benar-benar berani memaknai hidupnya sendiri walaupun hal itu akan terlihat aneh dan berbeda dengan 'pada umumnya'.. 
Prinsip yang ia pegang membuat dia berbeda, bukan keinginan untuk tampil berbeda dengan orang lain.. Ia tidak mau hidupnya hanya berakhir dengan memenuhi apa yang dikatakan orang lain, termasuk orang tuanya.. 
Setelah memberikan gelar 'Sarjana' pada orang tuanya, ia pun memutuskan untuk memulai hidupnya sendiri dengan cara menjalani sesuatu yang memang benar-benar ingin ia lakukan..


Christopher: 
I'm going to paraphrase Thoreau here... 
Rather than LOVE, than MONEY, than FAITH, 
than FAME, than FAIRNESS... 
Give me TRUTH. 

Click here to Read about Henry David Thoreau 



Filosofinya memeluk cita-cita sederhana, hidup mandiri, dan berwawasan. Tulisannya banyak sekali menyoroti aspek dari kesederhanaan hidup, kesombongan yang menjangkit masyarakat sekitarnya dan kebahagiaan dalam kesendiriannya. Thoreau adalah teman dekat dari filsuf transcendentalist besar lainnya, seperti Ralph Waldo Emerson yang esai dan puisi-nya layak dibaca bagi siapapun yang ingin menciptakan bentu-bentuk alternatif hidup.

Lebih dari CINTA,
lebih dari UANG,
lebih dari KEPERCAYAAN,
lebih dari KETENARAN,
lebih dari KEJUJURAN..
Berikan aku KEBENARAN...


Di sekitar kita, terlalu banyak paham, contoh, ide dari setiap manusia yang ingin memaknai hidupnya dengan caranya masing-masing. Berbagai filosofi melatarbelakangi setiap aksi pemaknaan hidup. Banyak alternatif jenis hidup yang bisa saja sesuai dengan yang kita inginkan. Mungkin di sekian banyak pilihan itu, ada tokoh yang kita kagumi cara-nya memaknai kehidupannya. It's OK. Tapi kembali lagi, setiap kehidupan itu unik karena setiap pribadi yang pernah bernafas diciptakan sedemikian spesial oleh Tuhan. Banyak filosofi atau cara pandang orang lain yang dapat menjadi inspirasi bagi kita, namun pemaknaannya tetap harus mengembalikan kita kepada konteks ke'unik'kan kita masing-masing untuk menggenapi tujuan penciptaan-Nya.


Thoreau dan filsuf-filsuf lainnya sudah menemukan, memilih, menjalani, dan mengakhiri kisah hidupnya. Apa yang mereka percayai, itu yang mereka usahakan untuk dihidupi, dan itu telah selesai. Tapi hidup saya dan anda belum selesai. Ayo, bersama-sama mendefinisikan hidup dan nilai apa yang kita pegang. Cara pandang kita akan menentukan Nilai apa yang kita pegang sebagai kebenaran yang absolut. Dengan memegang nilai  itu-lah kita akan memaknai hidup ini.


Berikut beberapa quote yang bagus yang saya temui di dalam film ini. Semoga dapat 'mampir sejenak di hati dan pikiran' kita semua.

I read somewhere... 
How important it is in life not necessarily to be strong... 
..But to feel strong..


Saya sependapat.. Kita tidak dituntut untuk selalu menjadi kuat atau tampak selalu kuat.. Tetapi, kita memang mengalami segala kondisi sulit untuk merasa kuat.. Merasakan sebuah  'kekuatan' untuk 'dimampukan' melewati semua kondisi yang seterjal apapun yang terjadi di dalam kehidupan ini.

Some people feel like they don't deserve love.
 They walk away quietly into empty spaces, 
trying to close the gaps of the past.

Setiap orang bisa saja memiliki pengalaman pahit yang membuat kita menjadi pribadi yang 'kurang utuh' saat ini. Pengalaman traumatis dan kekurangan kasih sayang ini akan berbekas dan tetap menjadi bagian yang hilang, seperti lubang besar di jiwa yang mungkin tidak akan pernah disembuhkan secara sempurna oleh kebahagiaan tertinggi yang dicapai di masa sekarang atau masa depan.

Namun, memutuskan untuk berjalan ke dalam lorong kesedihan.. 
Meratapi rasa kehilangan di masa lalu itu.. 
Dan duduk diam dalam kesenjangan itu merupakan KEPUTUSAN kita..
Ingat, kita memang tidak bisa mencegah orang lain melakukan sesuatu yang buruk kepada kita. Tetapi keputusan memilih untuk sakit hati atas perbuatan mereka adalah hak kita, keputusan kita.
Mungkin kita sudah sering mendengar kalimat ini, namun hal ini benar-benar saya katakan, karena saya memang juga mengalami-nya.. Bagaimana sakit hati itu bisa menjadi akar kepahitan yang akan terus mengambil damai sejahtera di hati kita.. Kita mungkin bahagia, tapi semua kebahagian itu hanyalah kebahagiaan semu.. Karena sebenarnya kita tidak pernah bisa berbahagia kalau penyakit sakit hati masih bersemayam di hati kita.. 
Orang yang menyebabkan kita merasakan sakit hati itu dan bahkan Tuhan pun tidak bertanggung jawab terhadap anda. 

Just let it gooo.. Go with the wind.. Forgive themm..


Saya rasa, kita baru bisa benar-benar hidup
ketika bisa melepaskan pengampunan.. 
Dan kita baru bisa benar-benar bahagia
ketika bisa melimpahkan kasih kepada orang lain, 
termasuk orang yang menyakiti kita.  
  
When you WANT something in life, 
you just gotta REACH OUT and GRAB IT. 
Coz you are the APPLE of HIS eye.

Saya merinding ketika mendengarkan kalimat ini.. Ketika ingin melangkah, ketika ingin meraih sesuatu, selalu ada ketakutan.. Selalu ada kekhawatiran yang terbesit.. 
Guys.. Ketika anda merindukan sesuatu (of course not selfish ambition), sesuatu itu sudah ada, sudah tersedia di sana.. Anda hanya perlu menggapainya..
 *(Saya pun masih sangat berjuang di bagian ini). 

Tuhan sudah menyiapkan semua yang BAIK menurut pandanganNya dan itu pasti adalah hal yang terbaik untuk hidup-mu.. Karena Ia pencipta-mu.. Kita adalah biji mata-Nya.. Kesayangannya..
*(Mengetahui hal ini dan benar-benar mempercayai-Nya adalah hal yang sangat berbeda. Tapi bagaimana bisa mempercayai kalau belum mengetahui. Karena kita sudah sama-sama mengetahui, mari belajar untuk mempercayainya dan berusaha meraihnya *_^). 

If we ADMIT that human life can be ruled by REASON, then all possibility of life is DESTROYED.

Ada sesuatu yang lebih besar dari daya khayal dan akal pikiran manusia. 
Kehidupan, manusia dan dunia telah memperlihatkan dengan jelas bahwa ada sesuatu yang melebihi segalanya yang mengatur segala kerumitan materi dan sistem di jagad raya ini. Tuhan memang lebih besar daripada akal pikiran manusia. Sehingga tidak semua hal dapat kita pahami dan mengerti dengan akal ini. Namun, jika akal ini dibawa untuk ditundukkan dalam pengenalan akan Tuhan, maka sedikit demi sedikit kita akan mengalami pengenalan dan pencerahan akan semua misteri dan rahasia kehidupan 
*(hopefully) 

You don't need human RELATIONSHIP to be happy, 

God has PLACED it all around us...
HAPPINESS only real when shared... 
The FREEDOM and SIMPLE BEAUTY is too good to pass up... 


Kalau saya merefleksikannya seperti ini:

Sang pencipta dapat berbicara kepada manusia lewat segala hal 
yang terjadi di sekitar kita.
Ia menempatkan kebahagiaan itu di sekitar kita.
Kita dapat menemukannya dimana saja kita berada. 
Namun, kebahagiaan tidak pernah benar-benar nyata ketika dinikmati sendirian.
Kebahagiaan baru benar-benar nyata ketika dapat dibagikan..
Dibagikan lewat apa saja (tulisan, karya), dan juga relasi manusia..
Yah.. Kebebasan dan keindahan yang paling sederhana sekalipun 
terlalu bagus untuk dilewatkan..
Matahari pagi yang tak pernah lupa menyapa manusia..
Angin sepoi-sepoi yang masih bisa kita rasakan walaupun hanya sejenak..
Tawa dan senyum yang mungkin hanya semenit menghiasi wajah orang yang kita kasihi..
Orang-orang yang masih memberi SMS untuk menanyakan kabar kita..
Hal-hal sederhana itu,, Jangan lewatkan.. 
Nikmati dan ber-syukur-lah..


Berikut beberapa percakapan Christ dengan dua orang yang pernah 'berelasi' dan mengenal dirinya sepanjang perjalanannya menuju Alaska:


Percakapan Christopher dan Wayne Westerberg
Percakapan ini terjadi saat mereka berada di bar. Wayne rupanya tertarik untuk mengetahui  pribadi Christ. Pemuda yang ingin pergi mengembara sampai ke Alaska. Pemuda yang energik dan berwawasan luas. Pemuda yang dalam waktu singkat dapat membuatnya menikmati pembicaraan malam itu. Saya mengutip percakapan singkat mereka di bawah ini.


Wayne Westerberg: Yeah. What are you doing when we're there? Now you're in the wild, what are we doing?
Christopher McCandless: You're just living, man. You're just there, in that moment, in that special place and time. Maybe when I get back, I can write a book about my travels.
Wayne Westerberg: Yeah. Why not?
Christopher McCandless: You know, about getting out of this
sick society. Society!
Wayne Westerberg: [coughs] Society! Society!
Christopher McCandless: Society, man! You know, society! Cause, you know what I don't understand? I don't understand why people, why every fucking person is so bad to each other so fucking often. It doesn't make sense to me.
Judgment. Control. All that, the whole spectrum. Well, it just...
Wayne Westerberg: What
"people" we talking about?
Christopher McCandless: You know, parents,
hypocrites, politicians, pricks.
Wayne Westerberg: [taps Chris' head] This is a mistake. It's a mistake to get too deep into all that kind of stuff. Alex, you're a hell of a young guy, a hell of a young guy. But I promise you this. You're a young guy! Can't be juggling blood and fire all the time! 

Percakapan Christopher dan Ron Franz
Ron Franz adalah seorang kakek berumur sekitar 70-an tahun. Ia membuka pintu rumahnya bagi Christ, di tengah perjalanannya menuju Alaska. Rupanya dari percakapan dan pengenalan mereka satu sama lain, Ron Franz sepertinya sangat merasakan dan mengerti pribadi Christ. Rasa pengertian itu tumbuh menjadi rasa kasih sayang dan kepedulian pada Christ. Bahkan ia sangat merindukan untuk mengadopsi Christ sebagai cucunya.


Saya sangat tersentuh dengan cara Opa Ron Franz memandang dan berbagi cerita hidup dengan Christ. Ia menganalisa pribadi Christ dari setiap cerita hidup yang dikatakan oleh Christ. Maka tak salah, bagian cerita ketika Christ bertemu dengan Opa Ron diberikan judul: Getting Wisdom.. Christ merefleksikan dan menemukan hal yang sangat penting untuk benar-benar 'berbahagia' yaitu mengampuni kedua orang tuanya..
Percakapan ini terjadi di atas bukit, saat Christ berhasil memotivasi Opa Ron untuk terus berjalan mendaki agar mencapai puncak bukit dan melihat kesempurnaan pemandangan alam dari titik itu. 

Ron Franz: I'm going to miss you when you go. 
Christopher McCandless: I will miss you too, but you are wrong if you think that the joy of life comes principally from the joy of human relationships. God's place is all around us, it is in everything and in anything we can experience. People just need to change the way they look at things.
Ron Franz: Yeah. I am going to take stock of that. You know I am. I want to tell you something. From bits and pieces of what you have told me about your family, your mother and your dad... And I know you have problems with the church too... But there is some kind of bigger thing that we can all appreciate and it sounds to me you don't mind calling it God.
But when you forgive, you love. And when you love, God's light shines through you. 

Itulah pengalaman terakhir yang dialami Christopher dalam sebuah 'relasi manusia'. Karena setelah perpisahan itu, dia bergerak menuju hutan Alaska. 
Masuk dan hidup di tengah alam Alaska yang sepi
Berjuang mendapatkan makan dari hasil buruan. 
Hidup di dalam sebuah rangka bus yang terbawa arus. 
Menulis refleksi hidupnya di buku catatannya. 
Mengukir setiap pengalaman petualangan-nya di sepanjang ikat pinggang kulit kesayangannya. 
Mengalami masa sekarat karena kelaparan dan salah memakan tanaman liar. 
Merasakan hawa maut yang semakin dekat, sendirian, tanpa sanak saudara, di tengah belantara Alaska yang mencekam
Dan akhirnya, berdamai dengan kekecewaan dan sakit hati-nya terhadap orang tuanya. 
Detik-detik Christ menghembuskan nafasnya, film kehidupan-nya serasa ditayangkan oleh Tuhan dalam penglihatannya. 
Dan di sana, dia melihat dirinya bertemu dengan kedua orang tua-nya, tersenyum berbahagia dengan mereka, dan orang tuanya memeluk-nya dengan erat.  

Christopher: What if I were smiling and running into your arms? Would you see then what I see now?
-Real Peace-

Sebenarnya bagi saya, film ini sangat SUKSES.. 
Sangat sukses menyampaikan nilai-nilai fundamental kehidupan.. 
Makna yang tersirat di balik semua adegan, percakapan, deskripsi alam, dan puisi dapat membuat kita menjadi 'kaya sesaat' ketika menonton film ini. 
Banyak hal yang bisa kita tarik untuk di-renung-kan kembali lagi ke dalam kehidupan nyata kita. 
Yang pasti itu dapat terjadi jika otak dan hati kita juga ikut mencerna setiap adegan dan kalimat. 

Memang tidak semua hal dapat saya terima. Saya mempertanyakan beberapa keputusan atau pemikiran sang tokoh utama. Namun, itulah kisah hidup nyata yang diangkat ke layar lebar sehingga saya tidak perlu komplain terhadap hal-hal tersebut.
*(kebiasaan suka mengkritisi, hehehhe).. 

Saya hanya perlu menarik makna dan nilai yang baik yang berguna bagi saya untuk berpikir dan menjalani hidup.. Selamat menonton dengan mata, otak dan hati..






August 22, 2011

..harta karun..

Mungkin akan selalu ada sedikit 'gesekan' dan 'kekecewaan' di mana-mana, karena kita semua cenderung untuk berharap terlalu banyak, tetapi kemudian, jika satu skema kebahagiaan gagal, sifat manusia berubah menjadi lain. Jika perhitungan pertama salah, kita membuat pilihan kedua yang lebih baik dan lebih nyaman.
Yah itu memang wajar untuk dilakukan. Dan semua orang secara natural akan melakukannya.

Namun, orang yang lebih beruntung adalah orang yang berhasil mendapatkan harta karun dari proses yang tidak disukai. Menjalani sebuah proses dan kondisi yang kurang baik dan kurang nyaman untuk menghasilkan suatu karakter 'EMAS' yang baru. Yang tidak akan pernah didapatkan jika kita dengan cepat mengubah haluan saat kita mengalami kebuntuan. Jalan inilah yang jarang ditempuh oleh manusia yang menikmati dan mengejar zona nyaman dalam kehidupan. 

Jangan meninggalkan dapur penempaan itu kalau proses itu belum selesai.
Tuntaskan proses itu.
Dapatkan HARTA KARUN-nya.
Dan pergilah menuju tahap selanjutnya..







August 15, 2011

Penjelajahan Tanpa Jejak

Sambil mengatur segala properti di kamar yang baru, saya menemukan secarik kertas berisi coretan-coretan khotbah yang pernah saya dengar.
Saya menemukan sebuah kutipan ayat yang menarik, 
yaitu Amsal 30:18-20.
Namun sayang, kertas yang berisi refleksi khotbah tidak berada bersama kutipan ayat tersebut. 

Karena teringat ayat itu pun, akhirnya saya mencoba membaca bagian itu, mempelajarinya dengan buku NIV Bible Study dan mencari penjelasan khotbah yang berkaitan dengan ayat tersebut di internet.

Setelah membaca beberapa isi khotbah maupun tafsiran tentang bagian ini yang cukup beragam, saya mencoba untuk membanding-bandingkannya. Dan akhirnya, saya menemukan suatu penjelasan yang cukup sinkron dan pastinya memberkati saya. 
Saya ingin membagikan bagian ini lewat postingan kali ini.

Proverbs 30:18-19
There are three things which are too wonderful for me, yes, four which I do not understand:
The way of an eagle in the air,
 the way of a serpent upon a rock, 
the way of a ship in the midst of the sea, 
and the way of a man with a maid.

Terjemahan:
Ada tiga hal yang mengherankan bagiku, bahkan empat hal yang sulit untuk dimengerti:
1. Jalan burung rajawali di udara.
2. Jalan ular yang menjalar di atas cadas.
3. Jalan sebuah kapal yang berlayar di tengah lautan, dan
4. Jalan seorang pria dengan seorang (pelayan) wanita.

Terjemahan yang lain:
Ada tiga hal yang mengherankan aku, bahkan, ada empat hal yang tidak kumengerti:
jalan rajawali di udara, jalan ular di atas cadas, jalan kapal di tengah-tengah laut, dan jalan seorang laki-laki dengan seorang gadis.



Apa yang mengherankan dan yang sulit dimengerti dalam 4 hal tersebut?

1. Burung Rajawali yang terbang di udara



Burung Rajawali terkenal sebagai Raja Angkasa yang perkasa dan berkemenangan.
Keistimewaannya adalah dapat terbang membumbung tinggi. Inderanya sangat tajam untuk mengejar mangsanya sampai mendapatkannya.
Sekali sang Rajawali mengepakkan sayap dan melejit di udara maka dengan cepat rajawali akan dapat menembus awan dan hilang dari pandangan.


2. Ular yang berjalan di atas cadas


Pernah lihat ular berjalan di atas cadas?? 
Cadas itu berupa batu keras yang tajam yang biasanya ada di tebing-tebing curam atau gunung-gunung batu. Ular dapat melintasi cadas dengan sangat cepat dan sekejap menghilang tanpa jejak. 

3. Kapal berlayar di tengah lautan


Waktu kecil, sangat senang jika ada keluarga yang akan bepergian dengan kapal. Itu artinya saya bisa ikut mengantarnya ke dermaga, dan bisa berenang di bagian pantai yang dangkal. Kalau ke dermaganya malam, maka saya sangat senang menikmati langit di dermaga yang jernih dan penuh dengan bintang-bintang cemerlang. 

Berbicara tentang kapal, saya yakin kita semua pernah melihat dengan jelas kapal itu seperti apa? Dan bahkan pernah bepergian dengan kapal. 
Tapi saya ingin mengajak kita untuk berperan sebagai seseorang yang berdiri di dermaga dan menjadi saksi kepergian kapal.
Awalnya kapal yang tampak jelas di pelupuk mata anda, mulai perlahan-lahan bergerak menuju lautan lepas, dan semakin lama semakin jauh dan akhirnya hilang dari pandangan anda. 
Yah begitulah kapal yang pergi berlayar ke tengah lautan. 

4. Pria dan Wanita


Apa kesamaan antara rajawali yang terbang di udara, ular yang berjalan di atas cadas dan kapal yang berlayar di tengah lautan??
-- Penjelajahan tanpa meninggalkan jejak --

Apa hubungannya 'penjelajahan tanpa meninggalkan jejak' dengan 
jejak hubungan antara seorang pria dan wanita??

Dari beberapa sumber di internet yang telah saya baca, banyak sekali yang menghubungkan bagian ini sebagai suatu wisdom of life yaitu bahwa kita harus belajar dari seekor burung Rajawali yang mengarungi badai dan menjadi pemenang, atau seekor ular yang tetap berjalan walaupun di atas cadas yang menyakitkan atau harus seperti kapal yang berlayar maju menerjang ombak yang keras. 

Namun, sepertinya ayat 18 dan 19 ini tidak berdiri sendiri.
Ayat 18, 19 dan ayatnya yang ke-20 ini merupakan bagian yang utuh untuk menjelaskan suatu  makna yang integral.

Dan sepertinya penafsiran bagian ini sebagai suatu teladan hidup yang harus diikuti sebagaimana rajawali, ular dan kapal telah melakukannya dalam tantangannya masing-masing, merupakan penjelasan yang tidak nyambung dengan ayat 20. Dengan demikian, saya  lebih memilih penafsiran dari www.alkitab.sabda.org yang juga didukung dengan penafsiran dari NIV Bible Study.

Proverbs 30:20
This is the way of an adulterous woman: she eats and wipes her mouth and says, 
I have done no wickedness.

Terjemahan Amsal 30:20
Inilah jalan perempuan yang berzinah: ia makan, lalu menyeka mulutnya, 
dan berkata: Aku tidak berbuat jahat.

Terjemahan yang lain:
Inilah siasat seorang wanita yang tidak setia kepada suaminya: Sesudah berzinah, ia makan lalu menyeka mulutnya, kemudian berkata, "Aku tidak berbuat apa-apa!"

Seorang pelacur melakukan perzinahan persis seperti ia menyantap makanannya, begitu selesai begitu pula berlalu tanpa kesan. Tidak ada jejak, tidak ada bukti bahwa ia baru saja makan (berzinah). Ini suatu gambaran yang mengerikan dari kehilangan hati nurani dan rasa bersalah setelah berselingkuh.

Refleksi di bagian ini-lah yang berkesan bagi saya, karena di sekitar kita, zaman seperti ini banyak sekali ditemui kisah-kisah pria dan wanita yang yang melakukan perzinahan.
Entah hal itu dilakukan atas dasar cinta maupun tidak atas dasar cinta, mereka melakukannya tidak dalam satu ikatan pernikahan dan tidak pernah merasa bersalah telah melakukannya.

Seperti memakan es krim, menikmati setiap gigitan, dan dengan lahapnya menghabiskan sampai bagian terakhir. Dan setelah itu, bekas es krim yang tersisa di bibir dapat di bereskan dengan satu sapuan tissue yang membuat orang lain tidak pernah menyangka bahwa anda baru saja menyantap es krim dengan begitu lahapnya.

Saya pikir, beginilah kisah penjelajahan tanpa jejak yang dimaksudkan sang penulis Amsal.
Dan bagian ini juga termasuk menjadi bagian yang tidak tepat di mata sang penulis.

Semua orang mempunyai masa lalu yang tidak dapat diubah.
Namun, jika hal itu pernah terjadi dalam hidup kita, apakah hati nurani kita masih cukup peka menyadari bahwa itu adalah bagian yang salah dan butuh untuk disucikan oleh Tuhan kesadaran dan pertobatan yang sebenarnya??

Saya percaya, tidak ada hal apapun di bawah kolong langit ini yang dapat dinikmati oleh seseorang kalau tidak mengikuti aturan main dari Sang Pencipta.
Begitupun hubungan antara pria dan wanita, di desain sangat spesial oleh Sang Pencipta untuk dinikmati dalam ikatan pernikahan.

..Selamat merenungkan..
..Selamat mengubah..
..Selamat menjaga..
'Selamat menaati aturan main Sang Khalik' 






August 10, 2011

I Look To You

Sebuah lagu berjudul "I Look To You" sedang menjadi Playlist tetap saya sepanjang minggu ini. Bermula dari  mendengar lagu ini di handphone milik kak Degxy Hartog (kakak KTB - Kelompok Tumbuh Bersama) tanggal 3 Agustus lalu. Saya hanya sepintas mendengarkan lagu ini, tapi dalam waktu singkat itu saya mencoba untuk menangkap makna lagu ini. Dari sisi estetika musik, biasanya saya akan cepat menyukai lagu pada bagian intro awal lagu ada untaian full nada piano. Dan ternyata benar.  Walaupun tidak mendengarkan keseluruhan lagu, saya sudah menyukai lagu ini. Dan segera setelah itu mengunduh lagu tersebut. 

Lagu yang saya dengar saat itu dinyanyikan oleh Glee Cast, sebuah kelompok pemuda yang bermain di serial drama musikal di Amrik. Yah saya kurang begitu tahu tentang mereka. Namun, sebenarnya lagu ini adalah lagu dari Whitney Houston. Sang penyanyi legendaris yang pernah menyihir dunia dengan suara emasnya yang menyentuh hati. Dan saya sangat menyukainya. Postingan kali ini adalah perenungan saya ketika mendengarkan lagu ini. Perenungan ini tentu sangat bersifat subjektif karena saya mencoba mengintrepetasi bagi hidup saya sendiri. Semoga teman-teman pun bisa merefleksikannya secara pribadi.

Bagi saya lagu ini membawa suasana spiritual bagi saya di tengah realita yang menyesakkan. Realita keputusasaan dan kekecewaan yang memuncak. Bukan hanya pada kondisi sekitar, tetapi terlebih pada diri sendiri. Saya ingin menerjemahkan lagu ini dengan bahasa saya sendiri dan untuk saya secara pribadi.




----------Saat Memandang-Mu--------

Tersungkur aku di sini
Langit dengarkanlah suara-ku
Tak tahu mengapa aku harus tersesat
Setelah melakukan segalanya
Setelah memberikan segalanya..

Hawa dingin keputusasaan mulai berhembus 
Perlahan menjalar masuk ke dalam nadi kehidupan
Dan mengelabui pusaran semangat hidup-ku
Kemanakah aku harus berlari??

Hampir saja kehilangan napas
Tak ada lagi yang dapat ku perjuangkan
Mencoba mencari pintu yang terbuka
Kenyataannya aku tenggelam dan tak dapat bangkit lagi

Telah roboh benteng pertahanan-ku 
Tembok-tembok raksasa seakan-akan sedang berlari ingin mengurung diri-ku
Kekalahan terus menerus meneriakkan nama-ku
Peluh dan airmata ini mulai bersahabat dengan-ku

Setiap pilihan yang telah ku tempuh
Slalu menyeret-ku dalam penyesalan
Tak yakin aku akan mencobanya lagi
Tak ada lagi yang dapat ku lakukan 

Ooooo... Tuhan...
Bebaskanlah aku dari kungkungan ini
Luputkan aku dari pertempuran ini
Bawa pergi diriku dari sini
Ku butuh diri-Mu
Terbitlah dalam diri-ku

Dengan sisa kekuatan ku' coba untuk mengangkat wajahku
Dan sekejap melihat Firdaus
Memandang -Mu
Menikmati wajah-Mu

Setelah kehilangan segenap kekuatan
Di dalam-Mu kudapatkan kembali nyawa baru
Setelah kehilangan nada-nada kehidupan
Di dalam-Mu kudengarkan melodi lagu nan indah
Semua ini terjadi, saat aku memandang-Mu


-Inspired by song I Look To You-
Malam 8 Agustus 2011





August 04, 2011

Jacgueline Saburido: A Woman Who Defines Survival

Teman terkasih..
Saya membaca sebuah kisah tragis yang mengandung suatu nilai pelajaran kehidupan kekal, yang saya dapatkan dari email teman terkasih Welly Lokolo. Saya mencoba mencari tahu lebih detail  dari berbagai sumber dan mencoba menceritakan kembali kisah ini. Semoga kisah ini bisa memberkati kita semua.




Foto di atas diambil ketika Jacgueline berumur 20 tahun. Sekaligus menjadi foto tercantik seumur hidupnya. Jacgueline merupakan anak tunggal. Ia menghabiskan masa kecilnya di Venezuela. Ia tinggal bersama ayahnya, setelah kedua orang tuanya bercerai. Jacquelin ingin menjadi seorang engineer untuk meneruskan usaha keluarga yang bergerak di bidang air conditioning (AC). Ia sangat serius mempersiapkan diri untuk mencapai mimpinya dengan melanjutkan pendidikan ke University of Texas di Austin.




Tanggal 19 September 1999, Jacgueline bersama ke-empat orang temannya pulang dari  pesta Ulang Tahun salah seorang temannya. Mobil yang dikendarai oleh Chpytchak-Bennett berjalan menyusuri jalan di pinggiran Austin. Bertepatan dengan itu, seorang pemuda bernama Reginald Stephey, seorang pemain bintang Football  sedang menyetir mobil dalam keadaan mabuk berat. Mobil yang dikendarai oleh Reginald akhirnya menabrak mobil Chpytchak-Bennett. Chpytchak-Bennett dan seorang temannya meninggal seketika, dua orang yang lain mengalami luka berat namun tetap dapat menyelamatkan diri dengan berusaha keluar dari mobil, hanya Jacqueline yang terperangkap di dalam mobil karena kakinya terjepit. 




Api mulai menjalar membakar mobil itu, dan Jacgueline terus berusaha untuk menyelamatkan diri. Akhirnya letupan api itu pun membakar tubuh Jacgueline selama 45 detik. Waktu yang cukup untuk membuat Jacgueline kehilangan rambut, telinga, hidung, bibir, penglihatan dan melelehkan jari-jari dan 60% kulit tubuhnya. 


Setelah kecelakaan itu, Jacgueline mengalami depresi berat. Ia harus menjalani ratusan kali operasi seperti amputasi tangan dan transplantasi kornea mata. Mata sebelah kirinya buta total. Hanya kornea mata sebelah kanan yang masih bisa melihat sedikit bayangan, tetapi itu pun tak menghibur sedikit pun karena Jacgueline tetap melihat dunia yang gelap. Penderitaan secara fisik sangat menyakitkan. Namun, penderitaan secara psikis jauh teramat lebih menyakitkan. Wanita muda yang sangat bersemangat, cantik dan penuh mimpi ini harus menerima kondisi tubuhnya yang mengerikan. 

Saya mencoba beranda-andai, mungkin saja setiap kali Jacgueline bangun dari tidurnya, ia berharap bahwa semua yang terjadi pada dirinya hanyalah mimpi buruk. Bahkan kalaupun, ia bisa melihat, rasanya ia tak akan sanggup untuk melihat dirinya sendiri di depan cermin. Bagi saya dan anda yang membaca, jelas kisah tentang Jacgueline adalah tragedi. Naas. Kisah menyedihkan. Namun, hidup belumlah berakhir. Entah apa maksud Sang Maha Kuasa masih memberikan jantung yang terus berdenyut di dalam jiwa yang hampir mati.
Menjalani hari-hari setelah kecelakaan tragis itu merupakan hari-hari yang sangat jauh lebih berat dari kesakitan saat kecelakaan itu terjadi. Sang ayah dengan penuh kasih terus berada di samping Jacgueline untuk memberikan semua yang Jacgueline butuhkan agar dapat bertahan hidup dan menjalaninya.

Tidak semua orang yang mengalami kecelakaan karena ditabrak pemabuk meninggal seketika. Beberapa dari mereka terus menanggung efek seumur hidup yang tragis. Seperti yang dialami Jacgueline. Namun yang sungguh mencengangkan saya bukanlah tentang kisah kecelakaan tragis itu sendiri, tetapi apa yang saya temui dalam interview terhadap Jacgueline. Di tahun 2001, Jacgueline Saburido dipertemukan dengan Reginald Stephey, sang pemabuk yang membawa mimpi buruk  dalam hidupnya. 

Berikut merupakan kutipan kalimat yang diucapkan oleh Jacgueline kepada Reginald:

"You destroyed my life. Completely. 
But i don't hate you. I forgave you."

"Kau benar-benar telah menghancurkan hidupku..
Tetapi, aku tidak membenci-mu.
Aku memaafkanmu." 

Suatu kalimat yang keluar dari mulut Jacgueline dengan sangat yakin dan sadar, saat berhadapan dengan Reginald. Dan Reginald hanya bisa tertunduk dan menangis. Setelah pertemuan itu berakhir, Reginald mengatakan kepada media seperti ini:

"What sticks out in my mind is: 'Reggie, I don't hate you.' 
It's really touching someone can look you in the eyes 
and have that much compassion after all that I have caused."

Kalimat Jacgueline yang menancap dalam pikiran saya saat ini adalah 
"Reggie, aku tidak membenci-mu."
Sangat menyentuh ketika seseorang melihat anda tepat di mata 
dan memiliki belas kasihan yang besar setelah apa yang sudah ku-perbuat.


Sampai saat ini, tim medis masih terus melakukan operasi untuk memulihkan wajah Jacgueline. Di tahun 2004, Jacgueline diwawancarai dalam acara Oprah Winfrey Show. Oprah mengatakan bahwa Jacgueline adalah seorang wanita yang mempunyai kecantikan dari dalam dan menyebut Jacgueline sebagai seorang wanita yang berhasil mendefinisikan hidupnya - 'a woman who defines survival'.


Jacgueline said on Oprah Show: 

"If a person stumbles, he must pick himself up and keep going. I believe this is very important; if not, life would not have much sense." 

Jika seseorang tersandung, ia harus bangkit dan terus berjalan.
Aku percaya hal ini sangat penting.
Jika tidak, maka hidup akan menjadi tidak berarti.
  
- Jacgueline bersama ayahnya -

Satu kehidupan diberikan kepada satu orang. Cerita tentang Kehidupan memang penuh dengan misteri. Hal-hal yang tidak pernah terbayangkan bisa saja terjadi. Kejutan cerita dari Sang Sutradara Ilahi mungkin juga akan terjadi dalam kehidupan saya dan anda. Kejutan indah? Siapa yang tak mau. Semua mengharapkannya. Tetapi bagaimana jika Ia mau mengajarkan makna lain yang lebih dalam lewat kejutan yang tidak kita harapkan? Apakah kita siap untuk menerima, bangkit, belajar menikmati dan memaknai kehidupan ini?  Jacgueline Saburado telah menerima kejutan itu dan menemukan cara berjuang untuk bangkit dari keterpurukan. Ia berhasil mendefinisikan hidupnya. 



P.S: Jangan biarkan keluarga, saudara atau teman anda 
mengendarai kendaraan saat mereka mabuk.

http://www.helpjacqui.com/


Tuhan memberkati,
Maya

July 22, 2011

Jagalah dari sekarang

Sejak kecil sampai menyelesaikan sekolah di SMUN1 Kupang, setiap hari sebelum berangkat ke sekolah, saya akan beradu pendapat dengan oma (nenek) saya..
Oma membuat suatu peraturan kecil yang ketat, yang harus dilakukan setiap pagi, sebelum berangkat ke sekolah. Peraturan ini kadang-kadang membuat saya kehilangan mood sepanjang hari saking jengkelnya harus melakukannya..

July 14, 2011

Berhenti Sejenak


Aku bernafas.. Aku bergerak.. Aku bertumbuh..
Berjalan melewati hari, bulan, musim dan tahun..
Bergaul erat dengan sang waktu yang tak terbatas..
Berselancar melewati badai masalah, pergumulan dan ketakutan..
Tidak membuat-ku merasa benar-benar hidup..
Mungkin telah lama sekarat.. Koma.. 
Atau mungkin sudah mati.. Mungkin saja..